Minggu, 01 Juli 2012

Sedikit Untuk Determinasi


Determinasi Ekonomi menurut pemahaman saya..
Determinasi Ekonomi
Dalam paham Marsisme, segala elemen kehidupan (social, politik, budaya) ditentukan oleh nilai materi/basis ekonomi yang ada (determinasi ekonomi), dengan kata lain yang menjadi dasar dari determinasi ekonomi adalah superstruktur (kondisi dimana segala hasil karya manusia, ditentukan oleh system ekonomi yang berlaku). Ada beberapa hal yang turut menjadi penentu dalam system ekonomi, diantaranya : superstruktur, dimana superstruktur tersebut terbentuk oleh keadaan social-ekonomi tertentu;
1.      superstruktur memiliki motif ekonomi;
2.      superstruktur turut merefleksikan keadaan social-ekonomi yang belangsung;
3.      superstruktur berfungsi sebagai ideology.  
Karl Marx menyatakan bahwa setiap cara produksi tertentu akan menentukan bentuk politik, social, budaya, serta   kemungkinan perkembangannya di masa depan. Infrastruktur, terdiri atas paduan daya-daya produksi dan relasi-relasi produksi. Daya produksi terdiri atas bahan mentah, tenaga kerja, peralatan, serta keterampilan yang dimiliki. Relasi produksi terdiri atas semua pihak/kelas-kelas yang ikut andil dalam proses produksi tersebut, dan masing-masing cara produksi memiliki relasi produksi yang turut berbeda. Sebagai contoh, cara produksi feodal menghasilkan relasi kelas tuan tanah, cara produksi kapitalis menghasilkan relasi borjuis. Sedangkan suprastruktur, terdiri atas institusi (politis, edukasional, budaya, dsb) serta bentuk kesadaran social (politik, religi, budaya, estetik, dsb). Determinisme ekonomi (menurut Marx) : suprastruktur merupakan representasi dari infrastruktur, dimana infrastruktur merupakan penentu isi dan bentuk suprastruktur. Maka jelaslah hanya kaum kelas atas yang akan berkuasa, Marx menyatakan bahwa, kelas berkuasa selalu membuat gagasannya seolah-olah rasional, universal, serta merupakan kepentingan bersama, sehingga kelas yang tereksploitasi tidak mengenali adanya penindasan dibalik anggapan tersebut.

Uuups jangan salah kaprah ya ^.^


oleh : Rosawati
Feminisme rasanya tidak asing lagi di telinga kita. feminisme merupakan gerakan yang diawali oleh persepsi tentang ketimpangan posisi keperempuanan. Kartini -pahlawan Indonesia. biasa menyebutnya dengan Emansipasi. Pada awalnya feminisme bangkit untuk membela para wanita dari ketertindasan serta menuntut penyerataan hak perempuan dan laki-laki dalam segala bidang.
Tapi kemudian Feminisme, yang semula lahir sebagai gerakan yang membela kaum wanita dalam meningkatkan harga diri wanita yang ingin  dinilai sesuai dengan potensinya sebagai manusia tanpa harus memandang gender, kemudian mulai disalahartikan. Ingin menaikan harga diri tapi malah menjatuhkan (harga) diri sendiri.
Sedikit cerita, di Austria kesalahpahaman mengenai arti kata “Feminisme”, membuat bocah 14 tahun mau bertukar pasangan 3 kali dalam sehari. Ketika ditanya alasannya, kemudian ia menerangkan “Boys can do it, then why we can`t…saya merasa bangga bisa menaklukan 3 orang cowok dalam sehari. Dan diantara mereka tidak perlu ada yang tahu satu dengan lainnya. Itu kan yang biasa dilakukan pria, seenaknya berganti-ganti pasangan, kemudian menyakiti para gadis”.
Di belahan negara lainnya, seorang wanita menuntut persamaan toilet, karena wanita diyakini juga dapat (maaf) kencing berdiri seperti halnya pria. Saya juga pernah mendengar adanya gerakan “Feminisme bertelanjang dada” dan “gerakan pembakaran BH”.
Feminisme kemudian disalahartikan oleh kaum wanita itu sendiri. Banyak wanita yang menjadi korban salah kaprah ini. Ironis sekali, Feminisme yang terlahir sebagai cita-cita mulia para wanita pendahulu, kemudian berubah menjadi kemerosotan harga diri seorang wanita, yang lucunya - namun juga menyedihkan – si wanita itu sendiri tidak menyadarinya. Menyadari bahwa ia telah menjatuhkan harga dirinya.
Di Indonesia sendiri? Virginitas bagi  wanita Indonesia(tidak semuanya), sekarang bukanlah suatu hal yang patut dipertahankan lagi. Saya pernah bertanya pada seorang teman -wanita juga-red- , apa yang menyebabkan wanita tak perlu lagi mempertahankan ke-virgin-annya, ia menjawab “Kalau pria saja bisa mengobral ke-virgin-annya(keperjakaan), mengapa kita harus menjaganya? Saat kita mulai menjalani hubungan itu(pacaran), kita gak pernah tau apakah dia masih(perjaka) atau gak. Lagian bukan suatu hal yang aneh lagi jika di zaman sekarang ini banyak cewek yang gak virgin lagi”. Benarkah jawaban atas semua itu adalah zaman semata?
Kerancuan anggapan mengenai “Feminisme” inilah yang perlu dibenahi.Anggapan yang kemudian menggeser tradisi dan budaya yang kita banggakan dengan budaya kiriman yang baru (Western).
Hal lain! Menurut pengamatan yang saya lakukan, rupanya di Indonesia, Bandung khususnya, rokok menjadi komoditas utama yang digemari wanita-wanita zaman sekarang, selain pakaian dan cemilan. Menurut sebagian diantaranya, rokok lebih bisa menenangkan pikiran, dibandingkan shopping&ngemil –ada sebagian wanita yang lari dari permasalahan dengan cara-cara ini.
Dan alasan lainnya, tentu saja “cowok juga ngerokok kok… kenapa kita-kita gak boleh??” Padahal tidak perlu di jelaskan lagi, semua yang saya jabarkan di atas (termasuk rokok), tak lain akan merugikan kaum wanita itu sendiri.
Sebodoh itukah wanita-wanita sekarang? “Feminisme”(radikal) telah menutup mata hati mereka untuk melihat kerugian yang mereka alami. Sebodoh itukah? Padahal banyak diantara mereka yang mengeyam pendidikan dan pengajaran.
Bukan saatnya kita berdebat apakah karena saking bodohnya mereka atau saking pintarnya. Saatnya sekarang wanita-wanita bangkit memperjuangkan Feminisme yang sebenarnya. Bagi wanita-wanita yang sudah telanjur pada kesalahan yang tidak ‘disengaja’ tadi, bangkitlah dari keterpurukan. Bagi wanita-wanita yang mampu melihat fenomena ini, bantulah untuk bangkit. Kita harus benar-benar bersatu.
O ya! Bagaimana kalau saya ajak anda-anda berpikir sebaliknya? Kalau selama ini wanita selalu saja dituntut untuk menjaga budaya ketimuran (yang semula dirasa menguntungkan kaum pria), hingga akhirnya muncul yang namanya “Feminisme”yang kemudian disalah-artikan, dan menyebabkan serba salah. Bagaimana kalau sekarang kita yang menuntut mereka-kaum pria, untuk tidak hanya menuntut keperawanan, tapi mereka juga harus menjaganya (keperjakaan) juga.
Kita sudah terlalu sering mengikuti mereka, bahkan membuat mereka menjadi satu acuan kesetaraan. Bagaimana kalau sekarang, mereka mengikuti kita? Harus dimengerti memang, kalau wanita perawan sekarang sangat jarang ditemui. Oleh karena itu pria sebaiknya tak usah mempermasalahkan Virginitas wanita(biarkan kaum wanita itu sendiri yang mempermasalahkan dan mencari solusi bagi dirinya). Pria sebaiknya lebih menghargai wanita, baik ia virgin (apalagi) atau tidak virgin (apa boleh buat). Toh selama ini wanita selalu menghargai pria tanpa memandang Virgin atau tidaknya.
Dan sekali lagi, jangan hanya menuntut wanita untuk menjaga kaidah-kaidah ketimuran. Pria juga wajib menjaga dong (pahala), sebagaimana kaidah-kaidah keagamaan. Selama ini wanita dituntut untuk lebih mengerti dan mau menjaga. Pria? Rasanya tidak ada tuntut yang seperti itu dalam hal ini.
Mengenai rokok? Katakan saja ”Ngertilah....hari gini gitu loh..(zaman sekarang). Kalian-pria-red- juga jangan ngerokok dong.. jangan cuma bisa ngelarang doang”. Kenapa saya katakan zaman sekarang? Zaman yang udah berubah mau gak mau harus kita terima sementara, sebelum kita benar-benar mengubahnya.
Bagaimana? Siap untuk merubahnya wanita-wanita? Memperjuangkan hak-hak wanita yang sebenarnya? Anda yang tahu jawabannya. Anda juga yang lebih tahu caranya.

Minggu, 24 Juni 2012

WE MUST CHANGE……!!!!!



        Begitu miris ketika melihat dan mendengar bahwa Negara yang kita cintai ini INDONESIA termasuk Negara yang berada diambang kegagalan. Dalam indexs Negara Gagal (Faild State Index) yang dirilis oleh lembaga riset nirlaba The Found for Peace tahun 2012, dimana peringkat Indonesia naik dari peringkat 64 ke 63. Hal itu berarti buruk karena semakin kecil peringkat negara di indeks tersebut berarti negara itu dalam perjalanan menjadi negara gagal. 
    Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara.untuk kawasan Asia Tenggara Indeks negara gagal Indonesia lebih buruk daripada indeks gagal negeri jiran, Singapura, Malaysia, dan Thailand yang masing-masing menduduki peringkat 157, 110, dan 84. Dalam kategori tersebut, Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal. Sedangkan Tahun lalu, Indonesia menempati peringkat ke-64 dari 177 negara. Artinya, kondisi di Indonesia sepanjang satu tahun terakhir dipandang memburuk dibandingkan periode sebelumnya. Peringkat satu di Indeks Negara Gagal masih ditempati oleh Somalia dan Republik Demokratis Kongo di posisi dua. Terdapat tiga indikatorl dari 12 indikator yang dapat menjadi ukuran penyebab Negara kita berada diambang kegagalan, yakni :  
  • Tekanan penduduk (demografis) akibat degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan. 
  • Ketidakpuasan kelompok karena banyak demonstrasi dan kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas 

  • Tekanan sosial akibat semakin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin

          Sungguh miris memang, bila kita melihat selama lima tahun terakhir ketiga indicator tersebut memang semakin memburuk, dimana penegakan hukum dan HAM yang masih timpang,  permasalahan kependudukan yang belum dapat teratasi dengan baik, serta perlindungan terhadap kelompok minoritas di Indonesia yang masih kurang. Namun harapan untuk melakukan perubahan di negeri ini masih sangat terbuka lebar, dengan semangat perubahan, mari kita angkat Negara yang kita cintai dari jurang kegagalan. WE MUST CHANGE…………..!!!!!!!!!!!!!!!!!  





Selasa, 19 Juni 2012

cerdas vs pintar

Suatu waktu kakak kost saya bertanya, "Jadi kamu ini cerdas atau pintar?"
"Mmm, gak tau kak, ada yang bilang saya cerdas, ada yang bilang saya pintar, ada juga yang bilang saya konyol", jawab saya sederhana.

Berangkat dari sepenggal cerita itu, disini saya akan berbagi gagasan tentang cerdas dan pintar. Mengapa seseorang disebut cerdas atau pintar?

Wikipedia berkata bahwa kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan dapat diukur dengan tes IQ.
Pernyataan tersebut sama dengan anggapan umum masyarakat. Sedangkan kepintaran menurut orang kebanyakan adalah kemampuan seseorang yang dibuat, tidak datang secara alami seperti kecerdasan.

Banyak orang mengagungkan kecerdasan, mengapa? 
Karena kata mereka cerdas itu lebih dari pintar. Cerdas itu bisa mengatasi masalah dengan cepat dan tepat secara spontan, meskipun tanpa referensi. Pintar itu bisa didapat karena ketekunan.
Orang cerdas juga bangga akan anggapan itu, dalam hal ini sepertinya anggapan orang akan menjudge bahwa orang cerdas lebih diperlukan daripada orang pintar. Dalam benak saya, hal ini akan menimbulkan arogansi dalam diri orang-orang cerdas, dan tidak sedikit kemungkinan bahwa mereka akan menjadi cerdas dalam intelektualnya saja, namun tidak secara sosial dan spiritual. Menjadi orang cerdas yang mempunyai manfaat nol bagi dunia.

Cerdas vs pintar, siapa yang menang?
Stephen Jay Gould adalah salah satu tokoh yang mengkritik teori kecerdasan. Dalam bukunya The Mismeasure of Man (Kesalahan Ukur Manusia), ia mengemukakan bahwa kecerdasan sebenarnya tak bisa diukur, dan juga mempertanyakan sudut pandang hereditarian atas kecerdasan.
Namun lagi-lagi kata orang kebanyakan, cerdas lah yang akan menang. Cerdas menurut saya adalah sebuah anugerah Tuhan, pintar adalah usaha manusia. Orang cerdas pastilah pintar, namun orang pintar belum tentu cerdas. Namun cerdas tanpa diasah akan kalah dari orang pintar karena ketekunannya mempelajari sesuatu. Orang pintar memiliki motivasi yang sangat kuat untuk menjadi "bisa", hal itu bisa dilihat dari ketekunannya mempelajari sesuatu. Orang cerdas belum tentu memiliki motivasi sebesar orang pintar, kadangkala dia begitu santai karena merasa pasti bisa tanpa perlu mempelajari sesuatunya terlebih dahulu. Seyogyanya siapapun yang menyadari bahwa dirinya terlahir cerdas, mengembangkan kemampuannya untuk berbuat kebajikan, dan tetap rendah hati terhadap anggapan orang yang mengagungkan anugrahnya.

Jadi, bagaimana pun kamu terlahir, syukurilah dan kembangkan potensi dalam dirimu supaya kamu bisa memberikan sedikit manfaat untuk dunia yang memberikanmu berjuta manfaat.

Selasa, 29 Mei 2012

Jeprat jepret Behind the scene

Behind the scene.............
hmmmmm burketnya wangii :P

biasa aja donk mulutnya :P

Ka dody sok ilmuwan bgd :P










Sabtu, 26 Mei 2012

24-25 Mei jeprat-jepret STOP MOTION

Sabar, pegal, dan SERU.

Tiga kata itu mewakili apa yang kami rasakan setelah 2hari jeprat-jepret bahan STOP MOTION. Semua itu terbayar dengan hasil yang WAW bagi kami (puas dong dengan kinerja sendiri :) ).
Dari proses yang telah kami lalui sejauh ini, menjadikan keakraban terjalin di antara kami.
Meski susah untuk menyamakan jadwal yang berbeda, tetapi kami bisa menyempatkannya (demi tugas!).


Apa yang kami butuhkan untuk membuat stop motion?? Yang pertama niat, yang kedua action. Bahan-bahannya sederhana, seperti alat tulis dan kamera, dibumbui dengan kreatifitas untuk membuat alur dan animasi nya serta penataan cahaya.
Dimana kami membuat?? Di Perumahan Pabuaran Indah no.16 (Kost siapa tuhh?).
Bagaimana kami membuat?? Dengan kerja team tentunya. Kami bersama-sama mengkonsep, membuat bahan, menata bahan, dan memotret. Langkah terakhir nanti adalah membuat movie-nya dengan aplikasi Windows Movie Maker.

Stop motion ini akan kami tampilkan di opening dan closing presentasi kami nanti. Hasil karya sendiri lohhhhh :D . Sabar yaah menunggu presentasi kami !!

Stop Motion


Hi guys ! Apa yang kalian ketahui tentang stop motion?
Nah... itu dia yang akan kami perkenalkan kepada kalian di presentasi kami nanti.
Stop motion movie adalah film yang dibuat dengan potongan-potongan gambar yang saling berhubungan satu sama lain nya. Jadi, per proses terjadinya sesuatu perlu dijepret sampai proses itu selesai.

Contohnya seperti gambar berikut :


Contoh yang sudah jadi bisa dilihat di "http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&v=0jGcxMHO8OA&NR=1.

Untuk membuat  satu scene diperlukan sekitar 7-8 gambar. semakin banyak gambar berarti semakin detail dan bagus hasilnya.
Untuk membuat stop motion diperlukan kesabaran dan keahlian menjaga posisi kamera serta pencahayaan. Sebenarnya tidak ada kata salah dalam membuat stop motion, karena bagaimanapun hasil jepretannya akan terlihat bagus saat sudah diedit menjadi movie. Namun, gerakan kamera yang tidak konsisten akan membuat pencahayaan berubah. Nah itulah masalahnya. Hal itu bisa diatasi dengan menggunakan tripod kamera.

Jadi guys, ada yang berminat mencoba ? Seru lho !! Kami telah membuktikan :D