Selasa, 19 Juni 2012

cerdas vs pintar

Suatu waktu kakak kost saya bertanya, "Jadi kamu ini cerdas atau pintar?"
"Mmm, gak tau kak, ada yang bilang saya cerdas, ada yang bilang saya pintar, ada juga yang bilang saya konyol", jawab saya sederhana.

Berangkat dari sepenggal cerita itu, disini saya akan berbagi gagasan tentang cerdas dan pintar. Mengapa seseorang disebut cerdas atau pintar?

Wikipedia berkata bahwa kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan dapat diukur dengan tes IQ.
Pernyataan tersebut sama dengan anggapan umum masyarakat. Sedangkan kepintaran menurut orang kebanyakan adalah kemampuan seseorang yang dibuat, tidak datang secara alami seperti kecerdasan.

Banyak orang mengagungkan kecerdasan, mengapa? 
Karena kata mereka cerdas itu lebih dari pintar. Cerdas itu bisa mengatasi masalah dengan cepat dan tepat secara spontan, meskipun tanpa referensi. Pintar itu bisa didapat karena ketekunan.
Orang cerdas juga bangga akan anggapan itu, dalam hal ini sepertinya anggapan orang akan menjudge bahwa orang cerdas lebih diperlukan daripada orang pintar. Dalam benak saya, hal ini akan menimbulkan arogansi dalam diri orang-orang cerdas, dan tidak sedikit kemungkinan bahwa mereka akan menjadi cerdas dalam intelektualnya saja, namun tidak secara sosial dan spiritual. Menjadi orang cerdas yang mempunyai manfaat nol bagi dunia.

Cerdas vs pintar, siapa yang menang?
Stephen Jay Gould adalah salah satu tokoh yang mengkritik teori kecerdasan. Dalam bukunya The Mismeasure of Man (Kesalahan Ukur Manusia), ia mengemukakan bahwa kecerdasan sebenarnya tak bisa diukur, dan juga mempertanyakan sudut pandang hereditarian atas kecerdasan.
Namun lagi-lagi kata orang kebanyakan, cerdas lah yang akan menang. Cerdas menurut saya adalah sebuah anugerah Tuhan, pintar adalah usaha manusia. Orang cerdas pastilah pintar, namun orang pintar belum tentu cerdas. Namun cerdas tanpa diasah akan kalah dari orang pintar karena ketekunannya mempelajari sesuatu. Orang pintar memiliki motivasi yang sangat kuat untuk menjadi "bisa", hal itu bisa dilihat dari ketekunannya mempelajari sesuatu. Orang cerdas belum tentu memiliki motivasi sebesar orang pintar, kadangkala dia begitu santai karena merasa pasti bisa tanpa perlu mempelajari sesuatunya terlebih dahulu. Seyogyanya siapapun yang menyadari bahwa dirinya terlahir cerdas, mengembangkan kemampuannya untuk berbuat kebajikan, dan tetap rendah hati terhadap anggapan orang yang mengagungkan anugrahnya.

Jadi, bagaimana pun kamu terlahir, syukurilah dan kembangkan potensi dalam dirimu supaya kamu bisa memberikan sedikit manfaat untuk dunia yang memberikanmu berjuta manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar